Saturday, March 22, 2014

Etika Menulis di Internet

Banyak dari kita yang sudah mengenal Internet. Mulai dari kalangan remaja sampai dewasa dapat mengakses Internet, bahkan anak kecil pun sekarang sudah kecanduan main-main sama Internet. Pada era globalisasi ini, Internet muncul untuk mempermudah manusia melakukan kegiatan. Kalau dulu, untuk dapat mendapatkan informasi ter-update kita harus membeli koran, membaca majalah, dan lainnya. Tapi sekarang setelah kemunculan Internet, kita dapat mengakses Informasi kapanpun, dimanapun, secara tak terbatas dan tidak merepotkan. Tidak hanya mendapatkan informasi, melalui Internet kita juga dapat turut serta menyebarkan informasi-informasi kepada orang lain.

Namun, tahukah kalian bahwa dalam setiap informasi yang kita baca dan kita tulis itu harus sesuai dengan Etika Menulis di Internet? Maka kali ini saya akan berbagi kepada kalian bagaimana Etika Menulis di Internet itu.

Sunday, December 1, 2013

UKM yang diminati

Sebagai seorang mahasiswi, saya memiliki hak untuk mengikuti berbagai organisasi yang saya inginkan. Selain untuk menghindari stempel Kupu-Kupu (Kuliah-Pulang-Kuliah-Pulang), mengikuti organisasi kampus juga dapat menambah partner saya agar lebih meluas lagi.

Sebenarnya, saya juga agak bingung harus memilih UKM apa, karena saya masih terhitung labil, kadang kala saya bisa sangat yakin dengan pilihan saya, tapi kadang saya masih dilanda dilema berat sama pilihan itu (jadi?). Oke. Jadi... berbicara mengenai UKM yang diminati, saya sebenarnya sangat sangat amat berminat kalau Universitas Gunadarma ini punya UKM yang berhubungan dengan kegiatan tulis menulis, entah itu cepern, novel, korespondensi, atau apa pun yang berhubungan dengan dunia kepenulisan. Tapi sayangnya dengan fasilitas Warta Warga yang telah disediakan oleh Universitas Gunadarma, UKM yang mendukungnya belum ada. Oleh karena itu pupuslah sudah harapan saya untuk bergabung, bertemu, mereka-mereka, mahasiswa dan mahasiswi Universitas Gunadarma yang memiliki hobby sama, yaitu menulis :').

Saturday, November 30, 2013

Kebudayaan Jawa,Ludruk, dan Pelestariannya

http://mutiarapratiw.blogspot.com/2013/04/tradisional-arts-in-indonesia.html

Budaya Jawa adalah sebuah budaya yang mengutamakan keharmonisan dan keselarasan dalam unsur-unsur kehidupan, hal-hal yang dapat menimbulkan ketidakcocokan harus sebisa mungkin dihindari. Membahas tentang budaya Jawa, lalu munculah pertanyaan, mengapa harus budaya Jawa yang menjadi topik bahasan saya disini?
             
Sebagai salah satu suku yang cukup besar di wilayah nusantara dengan ciri yang begitu beragam dari masing-masing unsurnya, saya rasa budaya Jawa patut dilestarikan dengan mengadaptasi pengaruh positif dari era globalisasi di dalamnya, tanpa merusak nilai estetika dari kebudayaan Jawa itu sendiri.

Monday, November 11, 2013

Do Something When Raining

               Suka suntuk kalo lagi hujan? Nonton tv malah suaranya sahut-sahutan sama bunyi hujan? Mau cari makan tapikan...hujan. Ah gampang! Kita bisa menggunakan waktu kita untuk hal-hal yang jauh lebih bermanfaat kala suntuk melanda pas hujan *asik.

1. Get Wet
gambar oleh: http://deamiftahshabrina.blogspot.com
Hujan bukan sesuatu hal yang harus kita benci atau takuti (selama hujannya bukan hujan badai, ya). Enjoying the raindrops which falling to your face, walking in the puddles of water, together with your siblings or your friends I think it's gotta be better. Cara ini bisa membangun lagi kenangan masa kecil kalian, loh.










Sweet Goodbye

Malam ini suara petir mengaung dari celah-celah langit, gemuruh silih berganti berdengung-dengung pada bumi.

oeeee....oeeeee...oeee. Pekik tangis seorang bayi beradu dengan ekspresi kelam langit pada minggu malam ini.

"Nina bobo...ooh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk..." Ibu muda itu bersenandung pada bayinya, berharap bisa menghentikan tangisnya. Namun, sang bayi masih terus merengek, mengadu suara tangisnya dengan suara alam yang terus berburu. Dengan lembut sang Ibu mengangkatnya dari ranjang, memeluknya penuh kasih dan cinta, pelupuk matanya penuh, ada butiran-butiran air yang memaksa tumpah ruah saat memandangi seorang bayi yang sekarang berada dipelukannya dan seorang anak perempuan berusia lima tahun yang sedang terlelap berbalutkan sarung usang, haru suasana tercipta, meskipun pemerannya adalah tiga manusia dalam pelupuk nestapa realita.